Wacana Daerah

  • 2

Pencarian

Jumat, 06 Agustus 2010

2.007 Pasien di Pulau Buru Terlayani Operasi Bhakti SBJ

Ambon - Selama tiga hari beroperasi di Namlea-Pulau Buru, personil Satuan Tugas (Satgas) Operasi Bhakti Sosial TNI Angkatan Laut Surya Bhaskara Jaya (SBJ) ke-59 berhasil melayani 2.007 pasien.

"Personil Satgas Operasi SBJ tiba Namlea dengan menggunakan KRI Soeharso-990, Sabtu (10/7) dan keesokan harinya langsung melakukan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat hingga Selasa (13/7)," ungkap Wakil Komandan Satgas Operasi Bhakti SBJ 2010 Kolonel Laut (Kh) Arie Zakaria kepada wartawan di Pelabuhan Yos Sudarso-Ambon, Rabu (14/7).

Dijelaskan, jumlah warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan gratis tiba-tiba membludak melebihi warga yang sudah mendaftar sebelumnya. "Akibatnya operasi terakhir kita lakukan hingga Selasa (13/7) tengah malam. Namun karena kita harus melanjutkan perjalanan ke Ambon maka ada sejumlah pasien yang belum dapat dioperasi kita bawa sambil dilakukan operasi di tengah perjalanan. Nantinya pasien-pasien tersebut akan kembali ke Namlea dengan biaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Buru," jelasnya.

Arie Zakaria yang sehari-harinya menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Komando Armada RI Kawasan Timur mengatakan, diantara 2.007 pasien tersebut, sebagian besar merupakan pasien yang menderita penyakit mata sebanyak 458 pasien, operasi mata 129 pasien serta bedah umum hernia 45 pasien.

"Kita juga membawa 15 pasien untuk menjalani operasi bibir sumbing karena nantinya operasi bibir sumbing akan dilakukan secara terpadu di Ambon pada 19 Juli mendatang," katanya.

Selain pelayanan kesehatan, Arie Zakaria mengatakan, Satgas Operasi Bhakti SBJ juga mendistribusikan 74 dus Makanan Pengganti ASI (MPASI) kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Buru serta pemberian 250 bibit tanaman trembesi kepada Dinas Kehutanan Kabupaten Pulau Buru.

Arie Zakaria juga menjelaskan, pelayanan kesehatan di Pulau Ambon akan dimulai Kamis (15/7) hingga Kamis (22/7) dengan sasaran pengobatan umum di Desa Liang, Waai, Passo, Hutumuri.

"Setelah dari Ambon kita akan menuju Masohi untuk melakukan pelayanan kesehatan Jumat (23/7) hingga Minggu (25/7). Nantinya Senin (26/7) kita akan melakukan pelayanan serupa di Pulau Banda dan selanjutnya kembali lagi ke Ambon Kamis (29/7) guna bergabung lagi dengan kapal-kapal dari negara lain melakukan pelayanan kesehatan. Nantinya saat acara puncak Sail Banda pada 3 Agustus, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meninjau kapal-kapal peserta operasi SBJ termasuk KRI Soeharso-990," jelasnya.

Ditambahkan, khusus untuk pelayanan kesehatan di Pulau Banda, KRI Soeharso-990 dilengkapi dengan ruang chamber untuk penanganan penyakit-penyakit terkait aktivitas penyelemanan. "Kita juga membawa sejumlag dokter khusus untuk menangani penyakit-penyakit terkait aktivitas penyelemanan karena nantinya saat kita berada di Pulau Banda bersamaan waktunya dengan merapatnya perahu-perahu layar peserta Sail Banda 2010 Regatta di pulau tersebut," katanya.

Saat melakukan operasi bhakti SBJ di Namlea, Kabupaten Pulau Buru, tim dokter yang terdapat di KRI Soeharso-990 berhasil melakukan operasi persalinan dua pasien. "Kita berhasil melakukan operasi persalinan terhadap dua pasien.

Pasien pertama melahirkan bayi perempuan dengan panjang 55 cm dan diberi nama Navy Budi Suharsih karena dokter yang menanganinya bernama Kapten Laut (K) Budi Harjanto sementara pasien yang satu lagi melahirkan bayi laki-laki.

Sementara itu, Kepala Dinas Potensi Maritim TNI AL Laksma TNI Surya Wiranto saat melaporkan kesiapan pelaksanaan Operasi Bhakti SBJ ke-59 Sail Banda 2010 menjelaskan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2009 tentang Panitia Nasional Sail Banda 2010, telah dilaksanakan kegiatan mulai tanggal 21 Mei-6 Agustus 2010 di wilayah Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara.

"Lokasi-lokasi tersebut diantaranya Pulau Morotai, Halmahera, Ternate, Tidore, Buru, Seram, Ambon dan Pulau Banda Naira. Personil dan alat utam sistem pertahanan (alutsista) yang dilibatkan TNI AL berjumlah 1.667 orang, juga melibatkan instansi pemerintah dan swasta, serta masyarakat Maluku, Pemuda, Pelajar dan Pramuka dari Provinsi Maluku," jelasnya.

Alutsista TNI AL, menurutnya, terdiri unsur utama pelaksana kegiatan yaitu kapal rumah sakit TNI AL, KRI Soeharso-990 dengan melibatkan sebanyak 126 personil dan Satgas Operasi Bhakti SBJ 375 Personil.

"Unsur pendukung Pam Sar terdiri dari delapan kapal perang RI (KRI), satu pesawat udara, dan satu helikopter dengan jumlah personil sebanyak 797 orang, bidang umum dan protokol 120 personil, bidang humas, dokumentasi dan penerangan 16 personil, bidang seminar/workshop sembilan personil dan sekretariat sebanyak 10 personil," ungkapnya.

Sementara negara asing yang terlibat, jelas Surya Wiranto terdiri dari adalah kapal rumah sakit Amerika Serikat USNS Mercy (TAH-19) dengan personil medis on board, Angkatan Laut Australia mengerahkan dua kapal Landing Craft Heavy (LCH) sebagai kapal pendukung yaitu HMAS Tarakan dan HMAS Labuan, serta Angkatan Laut Singapura mengerahkan satu kapal LPD RSS Endeavour dengan personil medis on board.

Menyangkut bahan bantuan, Surya Wiranto mengaku bahan bantuan yang telah diterima berupa "in cash, in kind maupun in program" dari instansi pemerintah, BUMN dan swasta nasional, antara lain berupa obat-obatan 354 koli, buku-buku pelajaran agama 81 koli, bahan bangunan, bahan makanan 1450 koli, alat permainan usia dini dua koli, dan kursi roda 40 unit.

"Sasaran kegiatan adalah bantuan sosial berupa renovasi sarana ibadah Masjid Al-Fatah dan Gereja Maranatha, pembangunan MCK dan renovasi sekolah. Pelayanan kesehatan masyarakat berupa pengobatan umum, gigi/mulut, THT, operasi kecil, kitanan masal dan pelayanan KB. Penyuluhan di bidang kesehatan, hukum, kelautan, perikanan dan bela negara.

Penyerahan bantuan berupa paket sembako, peralatan olah raga dan paket sekolah. Hiburan berupa pemutaran film dan olah raga bersama serta penghijauan berupa penanaman pohon bakau dan trembesi," ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentarnya yang berbobot ya